 |
| Masjid Agung Ar-Raudloh Kraksaan - D.S.Rahardi |
Kyai Ronggo dikenal masyarakat sebagai tokoh pembabat hutan wilayah Kraksaan, menurut cerita masyarakat yang berkembang beliau diketahui lahir di kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Nama Ronggo yang artinya Pendiri atau Tokoh Pimpinan, nama Ronggo sering diucapkan oleh warga Kraksaan, nama tersebut merupakan gelar dari seorang tokoh pimpinan.
Nama asli Kyai Ronggo yakni Aryo Setyo, menurut beberapa ahli sejarah menjelaskan bahwa setelah beliau berhaji mengubah namanya menjadi K.H. Abdul Wahab. Pada jaman dulu tak heran adanya perubahan nama setelah menunaikan ibadah haji, hal ini bertujuan agar kehidupan kedepan lebih baik lagi.
Menurut cerita masyarakat yang berkembang, Kyai Ronggo merupakan sosok
yang pertama kali membabat alas Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Semasa kehidupan Kyai Ronggo, beliau membuat masjid agung yang kita kenal dengan masjid Ar Raudlah (Alun-alun Kraksaan). Masjid Ar Raudlah merupakan peninggalan yang paling tampak dikarenakan posisinya di pusat Kraksaan. Masjid tersebut didirikannya pada tahun 1734 M silam. Sejumlah 4 tiang di ruang utama dan bedug lama, juga peninggalan Kyai Ronggo.
Menurut cerita masyarakat sekitar yang berkembang, bedug lama peninggalan Kiai Ronggo terbuat dari bahan kayu yang diambil langsung dari Pakuniran. Kayu-kayu tersebut dibawa langsung oleh santrinya dengan cara dipikul. Waktu yang dibutuhkan oleh santri untuk pembuatan bedug itu yakni kurang lebih 2 bulan.
Pesarehan Kyai Ronggo berada di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Untuk menuju Pesarean atau tempat peristirahatan terakhir Kiai Ronggo
tidaklah sulit, hanya membutuhkan 10 hingga 15 menit dari pusat Kota
Kraksaan. Sesampainya di sana, tidak banyak yang membedakan dengan
Tempat Pemakaman Umum (TPU) lainnya. Hanya sebuah makam dengan gapura
yang baru selesai diperbaiki. Di tempat 2x4 meter itu pula banyak orang
luar Probolinggo yang mulai berdatangan. Terlebih, setiap malam Jumat
legi, makam tersebut dibanjiri peziarah. - D.S. Rahardi
KH Abdul Wahab atau
Kiai Ronggo adalah sosok ulama NU yang telah banyak berjasa bagi Kota
Kraksaan. Begitu banyak aset yang telah diinfakkan untuk kepentingan
agama dan negara. Lokasi Masjid Agung Ar-Raudlah, Kantor Bupati
Probolinggo dan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo adalah di
antaranya.
Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan
Aminuddin saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-9 Kota Kraksaan sebagai
ibukota Kabupaten Probolinggo yang digelar Pemkab Probolinggo di Pondok
Pesantren Hati, Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Jawa
Timur, Senin (7/1).
"Selain orang tua kita, siapapun yang telah berjasa kepada kita sudah
sepatutnya untuk kita hargai. Alhamdulillah ziarah makam Kiai Ronggo
adalah salah satu yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. Hal ini
untuk menghargai jasa-jasa yang sudah diberikan selama ini," ungkapnya.
Menurut Hasan, menjadikan Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten
Probolinggo adalah salah satu ikhtiar Pemkab Probolinggo untuk
mengembalikan asal muasal sejarah. Ratusan tahun yang lalu pada masa
kerajaan Majapahit, sebelum bangsa Indonesia merdeka, di beberapa daerah
di Jawa Timur terdapat Kepatihan (Pemerintahan kecil), diantaranya
adalah Pasuruan, Kraksaan dan Besuki.
"Oleh sebab itu mohon doa barakahnya kepada seluruh yang hadir khususnya
para habaib dan alim ulama agar Kota Kraksaan bisa menjadi ibukota yang
mampu menghantar generasi penerus yang berkualitas dan berakhlakul
karimah," tandasnya.
Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan,
perjalanan Kota Kraksaan selama 9 tahun patut untuk disyukuri bersama.
Berubahnya Kraksaan menjadi Ibukota Kabupaten Probolinggo disebutnya
sebagai berkah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo
khususnya warga Kota Kraksaan.
"Mari bersama-sama membangun Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo
semoga dalam perjalanan ke depan Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo
dijauhkan dari segala musibah dan menjadi daerah yang Baldatun
Tayyibatun wa Rabbun Ghafur," pungkasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul
Prihanjoko, Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab
Probolinggo. Hadir pula Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir
Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja'i, para tokoh agama
dan tokoh masyarakat di Kota Kraksaan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri menyerahkan potongan tumpeng
kepada Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan H
Jarot selaku keturunan ke-6 dari Kiai Ronggo
Sumber:
https://www.nu.or.id/daerah/kiai-ronggo-ulama-nu-yang-berjasa-besar-bagi-kota-kraksaan-J6E0D___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap!
https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar