![]() |
| Gambar Ilustrasi RA KUTI |
RA Kuti adalah sosok pendekar pengikut setia Raden Wijaya yang ikut sukses mendirikan Kerajaan Majapahit. Saat Majapahit berdiri dan berjaya, RA Kuti diminta menjadi pembesar di luar keraton yakni di Wilayah Benteng Parajakan Probolinggo saat ini. RA Kuti diangkat menjadi anggota Dharmaputra yang
dibentuk Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit). Anggota Dharmaputra berjumlah 7 orang yaitu Ra Kuti, Ra
Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, dan Ra Pangsa.
Saat menjadi Dharmaputra RA Kuti tidak puas dengan lokasi penempatan dirinya, yakni berada diluar keraton kerajaan Majapahit. Ketidakpuasan RA Kuti berhasil ditenangkan oleh sahabatnya yang bernama Arya Wiraraja.
RA Kuti memimpin wilayah Benteng Pajarakan Probolinggo dengan tenang dan tentram, banyak rakyat yang mencintainya. Sayang, RA Kuti nekat melakukan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit dikarenakan tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Jayanegara. Selain itu, banyak pula rekan RA Kuti yang juga memberontak akibat ketikpuasan dari kebijakan Jayanegara seperti Ronggolawe, Nambi, RA Wedeng hingga RA Semi. Dalang dari pemberontakan RA Kuti adalah Adipati Ramapatih dan Halayuda yang dengan sengaja memprovokasi RA Kuti agar turut menggempur Kerajaan Majapahit. Akhirnya dengan bermodalkan tombak sakti Padma Yoni beserta para pengikutnya, RA Kuti menggempur kerajaan Majapahit. Benteng pertahanan kerajaan Majapahit sempat jebol dikarenakan kuatnya pasukan pemberontakan Ra Kuti. RA Kuti berhasil membunuh Adipati Ramapatih dan Jayanegara yang saat itu berkuasa dalam beberapa pekan di Mapajahit.
Sejarah pemberontakan RA Kuti terjadi pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328), raja ke-2 Majapahit, tepatnya tahun 1241 Saka atau 1319 Masehi. Aksi RA Kuti yang dianggap berbahaya bagi Kerajaan Majapahit, sehingga salahsatu Patih kerajaan Majapahit yang bernama Gajahmada turut serta memberantas pemberontakan RA Kuti.
Pemberontakan RA Kuti tertulis di Kitab Pararton, penggalan isi Kitab tersebut berbunyi "Duk during mati Ra Kuthi arep anga[...]bhathara. Linungan de nira maring bhathara maring Badhandher. Sah ring wngi tan ana ring wruh. Anghing wong bhayangkara angiring''. Apabila diterjemahkan, kalimat tersebut berbunyi: "Ketika Ra Kuti belum mati ia ingin menjadi raja, sang raja lalu dilarikan ke Badander. Pergi pada malam hari dan tidak ada yang tahu. Hanya pasukan Bhayangkara yang mengiringi,"
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Pemberontakan Ra Kuti di Majapahit yang Ditumpas Gajah Mada", https://tirto.id/f978
Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Pemberontakan Ra Kuti di Majapahit yang Ditumpas Gajah Mada", https://tirto.id/f978RA Kuti melakukan pemberontakan terhadap kebijakan Raja Jayanegara yang diotaki oleh Adipati RamapatiAkhirnya, RA Kuti hanya bermodalkan dukungan dari pengikut temannya dan Tombak Padma Yoni mampu menerobos Keraton Majapahit.
![]() |
| Gambar Ilustrasi saat RA KUTI memberontak ke Kerajaan Majapahit |
Namun, Gajah Mada yang dulu menjadi patih yang loyal di Kerajaan Majapahit berhasil merebutnya kembali dari Ra Kuti sehingga RA Kuti mati ditangan Patih Gajah Mada. Dengan keberhasilan Patih Gajah Mada dalam memberantas pasukan RA Kuti, maka Patih Gajah Mada naik tahta menjadi Mahapatih di Kerajaan Majapahit. Pelantiakan Gajah Mada menjadi Mahapatih di kerajaan Majapahit saat dinobatkannya Tri Tribuana Tunggal Dewi dari anak Gayatri sebagai pengganti Jayanegara untuk memimpin kerajaan Majapahit. Saat itu pula Gajah Mada langsung ditunjuk naik jabatan sebagai Mahapatih untuk mengawal kebijakan Majapahit. -D.S Rahardi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar